Lereng Wonosobo Dikepung Beton, JATUBU Pasang Badan dengan Ratusan Ribu Bibit Tanaman Keras

Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Lanskap Telaga Menjer kini tidak lagi sekadar menawarkan kesejukan. Di balik kabut yang menyelimuti perairan, tersimpan ancaman ekologis yang kian nyata. Masifnya alih fungsi lahan dan pembangunan wisata yang tak terkendali memaksa elemen sipil bergerak sebelum alam benar-benar mengirimkan “tagihan” bencananya.

Merespons kondisi kritis tersebut, Yayasan Jagat Tunas Bumi (JATUBU) turun tangan dengan mendistribusikan total 193.000 bibit tanaman. Langkah ini bukan sekadar seremoni hijau, melainkan upaya mitigasi konkret untuk memulihkan lahan kritis dan fungsi resapan air di kawasan Telaga Menjer serta hutan penyangga Kabupaten Wonosobo.

Benteng Vegetasi Penahan Longsor

Gerakan reboisasi ini menyasar pemulihan daya dukung lingkungan guna menekan potensi longsor dan banjir yang kerap mengintai kawasan lereng. JATUBU menggandeng kekuatan penuh dari 25 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), satu organisasi kemasyarakatan, serta lima instansi dari unsur TNI dan Polri dalam operasinya.

Ketua Yayasan Jagat Tunas Bumi, Mantep Abdul Goni, menjelaskan bahwa pemilihan jenis tanaman dilakukan dengan standar ketat. Ia memadukan kebutuhan ekologis kawasan dengan nilai ekonomi bagi masyarakat. Untuk sektor produktif, bibit yang disebar meliputi kopi, durian, alpukat, manggis, dan nangka.

Sementara untuk fungsi penguatan tanah dan konservasi, JATUBU menurunkan jenis tanaman kayu keras seperti puspa, damar, beringin, jenitri, kayu manis, hingga gaharu. Mantep menekankan bahwa penghijauan tidak boleh asal tanam. Vegetasi harus mampu memperkuat ekosistem sekaligus memberi manfaat nyata agar masyarakat memiliki alasan kuat untuk menjaganya.

Kejar Tayang di Puncak Musim Hujan

Manajemen waktu menjadi kunci keberhasilan program ini. Periode penanaman dikebut mulai September 2025 hingga Februari 2026. Strategi ini diambil untuk memanfaatkan curah hujan tinggi, sehingga bibit memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang optimal dan akar yang cukup kuat sebelum menghadapi kemarau.

Sebaran wilayah penerima manfaat pun meluas ke sejumlah titik rawan di berbagai kecamatan, mulai dari Kejajar, Garung, Kalikajar, Sapuran, Watumalang, Sukoharjo, Kaliwiro, Wadaslintang, hingga Kepil.

Rincian Data Distribusi Tahap Akhir

Memasuki akhir Januari 2026, distribusi bibit dilakukan secara maraton dengan data yang terperinci. Pada tanggal 29 Januari 2026, empat elemen menerima pasokan logistik hijau ini. LMDH Tlogo menerima alokasi 4.000 bibit, LMDH Pucungwetan mendapatkan 5.000 bibit, dan LMDH Kalidadap memperoleh 4.000 bibit. Di sektor pertahanan wilayah, Koramil Kaliwiro turut ambil bagian dengan menerima 8.000 bibit.

Estafet berlanjut pada hari ini, 30 Januari 2026. Distribusi menyasar LMDH Kupangan dengan jumlah signifikan mencapai 10.000 bibit, disusul LMDH Kajeksan sebanyak 5.000 bibit. Menariknya, Komunitas Jurnalis Wonosobo juga dilibatkan secara aktif dengan alokasi 1.000 bibit, menandakan bahwa insan pers tak hanya berperan menulis berita, tetapi juga turut serta dalam aksi penyelamatan lingkungan.

Alarm Bahaya dari Menjer

Mantep Abdul Goni tidak menampik bahwa Telaga Menjer sedang menghadapi tekanan serius. Pembangunan infrastruktur wisata yang tidak diimbangi dengan pengendalian tata ruang menyebabkan berkurangnya tutupan vegetasi secara drastis. Hal ini memicu risiko sedimentasi tinggi yang bisa mematikan fungsi telaga di masa depan.

Ia memperingatkan bahwa jika pembangunan tidak segera dibarengi dengan konservasi yang disiplin, kawasan ini berpotensi mengalami krisis air dan bencana ekologi permanen. Kolaborasi lintas sektor dan kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan menjadi satu-satunya jalan keluar agar Telaga Menjer tetap menjadi penyangga kehidupan, bukan sekadar objek eksploitasi.

Related posts

Kodim 0707/Wonosobo Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media, Perkuat Sinergi dan Komunikasi

Kapolres Wonosobo Laksanakan Kunker Didampingi PJU dan Bhayangkari ke Polsek Kepil

DPRD Wonosobo Cium Potensi RKPD 2027 Berakhir Jadi Dokumen Mati Tanpa Dampak

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More