Upacara Satyalancana Pengabdian di Polres Wonosobo, Kapolres Tekankan Nilai Keteladanan

Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Halaman Mapolres Wonosobo menjadi saksi bisu penyematan tanda kehormatan bagi puluhan punggawa korps Bhayangkara pada Senin, 26 Januari 2026. Sebanyak 53 personel berbaris rapi untuk menerima Satyalancana Pengabdian, sebuah penghargaan yang kerap publik pandang sebagai rutinitas administratif tahunan.

Namun, Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menampik anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa deretan medali yang tersemat di dada anggotanya memikul beban moral yang jauh lebih berat daripada sekadar logam hiasan seragam.

Rincian penerima penghargaan kali ini mencakup lintas generasi. Tercatat ada 3 personel yang menggenapi masa bakti 32 tahun, disusul 6 personel dengan masa pengabdian 24 tahun. Sementara itu, kelompok terbesar berasal dari generasi menengah dan muda, yakni 18 personel untuk pengabdian 16 tahun serta 26 personel untuk masa tugas 8 tahun.

Bukan Hadiah Cuma-Cuma dari Negara

Negara memberikan tanda kehormatan ini bukan tanpa saringan ketat. Kapolres menjelaskan bahwa kriteria utama penerima adalah mereka yang menjalankan tugas tanpa cacat, menunjukkan kejujuran, serta menjaga kedisiplinan secara terus-menerus.

Ia menyebut bahwa Satyalancana ini merupakan simbol kehormatan sekaligus amanah yang besar. Menurut Kasim, di balik tanda tersebut tersimpan pengabdian panjang dan pengorbanan waktu serta tenaga yang luar biasa demi menjalankan tanggung jawab sebagai insan Bhayangkara.

Penyematan ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran polres wonosobo bahwa konsistensi adalah mata uang paling mahal dalam dunia kepolisian. Negara mengapresiasi mereka yang tidak goyah oleh godaan selama belasan hingga puluhan tahun bertugas di lapangan maupun di balik meja.
Harapan Perubahan Performa di Masyarakat

Kapolres tidak ingin upacara ini berakhir saat pasukan membubarkan diri. Ia menuntut adanya korelasi positif antara jumlah penghargaan dengan kualitas pelayanan publik di wilayah Wonosobo. Ia berharap penghargaan ini menjadi motivasi nyata untuk meningkatkan integritas serta profesionalisme dalam setiap langkah penegakan hukum.

Ucapan selamat yang meluncur dari lisan Kapolres juga mengandung peringatan halus. Ia menilai penghargaan tersebut adalah bukti konkret konsistensi personel, sehingga tidak ada alasan bagi penerimanya untuk menurunkan standar kerja di masa depan.

Setiap tindakan personel, sekecil apa pun itu, memiliki dampak langsung bagi institusi dan masyarakat luas. Kasim menginstruksikan anak buahnya agar menjadikan momen ini sebagai bahan refleksi. Ia menekankan bahwa tugas yang terlaksana dengan ikhlas akan memberikan makna mendalam bagi negara dan masyarakat yang mereka layani.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di bawah langit Wonosobo ini berakhir dengan sesi jabat tangan terbatas. Kini, 53 personel tersebut kembali ke unit masing-masing dengan tambahan medali di dada, membawa ekspektasi masyarakat yang tentu jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

Related posts

“Setetes Darah, Sejuta Harapan” Persit KCK Wonosobo Rayakan HUT ke-80 dengan Donor Darah

Kurasi Musik Wonosobo Vol 2: Ully Dalimunthe dan Safir Soroti Masalah Klasik Band Indie

Polsek Kaliwiro Amankan Pengajian Umum Isra Mi’raj di Desa Tracap

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More