Home » Siswa SDN 2 Kalimendong Terdeteksi Minus 8, Enggan Berkacamata Sejak PAUD

Siswa SDN 2 Kalimendong Terdeteksi Minus 8, Enggan Berkacamata Sejak PAUD

by Malindra Anji
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Rangkaian program safari pemeriksaan mata gratis “Mata Sehat, Generasi Hebat” yang diinisiasi oleh satumenitnews.com bersama Optik Nano Jaya kembali digelar pada Rabu (4/3/2026). Menyasar siswa kelas bawah di SDN 2 Kalimendong, Kecamatan Leksono, kegiatan ini mengungkap temuan medis yang membutuhkan perhatian serius.

Pemeriksaan visus di sekolah tersebut dieksekusi langsung oleh tenaga ahli dari Optik Nano Jaya sebagai afiliator program. Program jemput bola kali ini juga mendapat dukungan operasional dari anggota DPRD Wonosobo sekaligus Ketua DPD Partai Perindo Wonosobo, Bayu Aji.

Dalam proses pengecekan, tim pemeriksa mendapati seorang anak yang mengalami penurunan fungsi penglihatan drastis hingga menyentuh angka minus delapan.

Baca juga :  Warga Wonokerto Juga Tuding Kades Memalsukan Bantuan Sapi, Dispaperkan Beri Keterangan 2023–2025 Tak Ada Bantuan

Kepala SDN 2 Kalimendong, Tri Suryati, membenarkan temuan medis tersebut. Ia mengungkapkan bahwa gejala gangguan penglihatan pada anak didiknya itu sebenarnya bukanlah hal yang baru diketahui oleh pihak sekolah maupun keluarga.

“Temuan ini sebenarnya sudah diketahui pihak sekolah jauh hari sebelumnya. Berdasarkan pantauan dan riwayatnya, gangguan penglihatan sudah dialami anak tersebut sejak masih di bangku PAUD,” ujar Tri Suryati di lokasi pemeriksaan.

Meski gangguan tersebut telah disadari sejak lama, penanganan medis di lapangan terbentur pada faktor psikologis. Sang anak diketahui selalu menolak keras untuk menggunakan alat bantu penglihatan dalam kesehariannya.

“Kendala utamanya si anak memang tidak mau menggunakan kacamata. Hal tersebut juga diketahui secara pasti oleh wali murid yang bersangkutan,” tambahnya.

Baca juga :  Tinjau Periksa Mata Gratis SDN 1 Bumirejo, Wakil Ketua DPRD Wonosobo Soroti 70 Persen Siswa Alami Gangguan

Penolakan ini dibiarkan berlarut-larut hingga hasil pemeriksaan hari ini memperlihatkan fakta bahwa kondisinya telah memburuk mencapai minus delapan. Sikap enggan berkacamata ini menjadi kendala nyata bagi para guru saat mendampingi proses belajar mengajar di kelas.

Di luar temuan kasus mata minus tinggi, kegiatan safari ini juga memotret kondisi demografi pelajar di SDN 2 Kalimendong yang tergolong minim.

“Hari ini jumlah siswa yang diperiksa ada 37 anak dari kelas satu sampai kelas tiga. Dan diketahui untuk kelas tiga hanya ada enam siswa dalam satu kelas. Secara keseluruhan, murid SD ini total berjumlah 95 siswa,” pungkas Suryati.

Kegiatan ini diponsori juga oleh: Kedai Pinggir Kali, Dieng Travelia

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy