Home » Siap Tidak Siap Pemkab Wonosobo Harus Siap Hadapi Perubahan Harga

Siap Tidak Siap Pemkab Wonosobo Harus Siap Hadapi Perubahan Harga

Perubahan Harga

by Manjie

Wonosobo, satumenitnews.com – Wacana penyesuaian harga BBM bakal berimbas kepada semua aspek, Pemkab Wonosobo akui untuk siap beradaptasi.

Asisten dua, Junaedi mengungkap pihaknya siap untuk mengkoordinasikan segala resiko penyesuaian harga BBM termasuk membeberkan rasio kenaikan inflasi daerah.

Diungkap olehnya tahun 2022 kenaikan inflasi di Wonosobo tergolong tinggi yaitu diangka 6,78 persen, angka ini lebih tinggi dari angka inflasi nasional 4,9 persen.

“Angka inflasi kita masih lebih tinggi dari angka Propinsi dan Nasional, angka tersebut dipicu dari bahan makanan serta migas. Untuk lebih detailnya nanti bisa ke bagian perekonomian untuk meminta datanya,” katanya.

Disinggung mengenai wacana penyesuaian harga BBM, Junaedi mengaku dirinya siap mendukung apapun kebijakan pemerintah pusat.

Baca juga :  Temu Kader, Tumbuhkan Kekompakan Gerakan PKK

Menurutnya proyeksi penyesuaian harga BBM otomatis akan menaikkan harga-harga barang lainnya, tentunya inflasi juga akan turut naik.

“Tugas kami adalah melakukan pengendaliaan inflasi di daerah, memang perkara subsidi migas sudah menjadi salah satu faktor beban APBD, saya kira di pusat-pun sama,” katanya.

Sementara itu Ketua Paguyuban Bumdes Wonosobo, Sigit Budi Martono secara terpisah mengatakan dirinya siap dan mendukung apapun keputusan pemerintah soal penyesuaian harga BBM.

“Kalau itu sudah menjadi kebijakan pemerintah kami siap mendukung, meskipun berat karena akan memicu kenaikan harga di segala aspek ekonomi,”ujarnya.

Dikatakan Tono, paguyubannya mulai merangkul dan mendampingi kelompok usaha termasuk pertanian untuk menjadi komponen badan usaha milik desa.

Baca juga :  Isu Kenaikan Harga BBM 1 September Kian Santer, Grup WhatsApp Dibanjiri Leflet Harga Kenaikan BBM

Dengan wacana penyesuaian harga BBM  ia berharap pemerintah harus memprioritaskan Subsidi tepat guna untuk migas.

“Mypertamina belum tersosialisasi dengan benar ke masyarakat, padahal untuk akses BBM subsidi harus terdaftar di aplikasi tersebut. Sedangkan untuk regulasi kepada pelaku UKM juga kami belum tahu informasinya,”ujarnya, Sabtu (27/08).

Dia mencotohkan untuk penggilingan padi yang jelas membutuhkan BBM solar, karena adanya wacana pembatasan dan kenaikan harga mereka kesulitan mendapatkannya.

“Banyak yang mengeluh ketika sampai SPBU tidak bisa membeli solar dengan jerigen. Jadi saya minta pemerintah memprioritaskan pelaku UKM, kami siap mendukung keputusan pemerintah bila memang BBM naik karena memang keadaannya seperti itu,” ucap Tono.

Baca juga :  Forum Pengurangan Resiko Bencana Wonosobo Telah Dibentuk, Bambang Minta Semua Elemen Bisa Bersinergi

 

You may also like

Leave a Comment