Siap-Siap Super Cycle Ekonomi, Imlek dan Ramadan Bertemu di Februari 2026

Listen to this article

Satumenitnews.com – Februari 2026 akan mencatat sejarah unik dalam kalender sosial kemasyarakatan Indonesia. Bulan ini bukan hanya dimeriahkan oleh perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, tetapi juga menjadi gerbang pembuka bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Yang menarik, kedua momen sakral ini terjadi dalam rentang waktu yang sangat berdekatan, hanya berselisih tiga hari.

Berdasarkan kalender nasional, Tahun Baru Imlek jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan prediksi astronomi memperkirakan 1 Ramadan 1447 H (awal puasa) akan jatuh pada Jumat, 20 Februari 2026.

Kedekatan dua hari besar ini diprediksi akan menciptakan dinamika sosial dan ekonomi yang tidak biasa. Berikut adalah sorotan utamanya:

1. Pemandangan Langka: Lampion Bersanding dengan Ketupat

Di kawasan-kawasan pecinan yang berakulturasi erat dengan budaya lokal, seperti Glodok (Jakarta), Semawis (Semarang), atau Kya-Kya (Surabaya), pemandangan visual tahun ini akan sangat istimewa.

Dekorasi merah menyala khas Imlek dipastikan belum diturunkan, namun nuansa hijau dan religius menyambut Ramadan sudah mulai dipasang. Wisatawan akan melihat bagaimana pedagang kue keranjang berjualan bersebelahan dengan pedagang kurma yang mulai menggelar lapaknya. Ini menjadi simbol toleransi visual yang kuat di tahun Kuda Api.

2. Munggahan di Tanggal Merah

Pemerintah telah menetapkan Senin, 16 Februari 2026 sebagai Cuti Bersama Imlek. Ditambah dengan libur nasional Imlek pada Selasa, 17 Februari, masyarakat Indonesia akan menikmati long weekend selama 4 hari (14-17 Februari).

Bagi umat Muslim, libur panjang ini menjadi momen emas untuk tradisi “Munggahan” atau kumpul keluarga besar sebelum puasa dimulai. Diprediksi, arus mudik jarak pendek dan okupansi restoran keluarga akan melonjak drastis pada periode libur Imlek ini, bukan hanya oleh mereka yang merayakan Imlek, tapi juga umat Muslim yang bersiap tarawih pertama.

3. Waspada “Super Inflasi” Februari

Dari kacamata ekonomi, bertemunya dua hari besar ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, perputaran uang akan sangat kencang. Belanja baju baru (Cheongsam dan Baju Koko) serta belanja makanan terjadi serentak.

Namun, pengelola media dan masyarakat perlu memantau harga pangan. Biasanya, harga ayam, telur, dan daging sapi naik jelang Imlek, dan naik lagi jelang puasa. Karena momennya menyatu, ada risiko lonjakan harga (price hike) yang signifikan di minggu ketiga Februari.

“Permintaan bahan kue untuk Imlek dan stok sahur untuk puasa akan terjadi bersamaan. Pedagang untung, tapi ibu rumah tangga harus pintar atur strategi belanja,” ujar Dei Budi, pengamat pasar lokal.

4. Berkah Ganda Pedagang Parsel

Bisnis hantaran atau hampers diprediksi paling cuan. Tren 2026 menunjukkan adanya hampers hibrida paket hadiah yang isinya netral dan bisa diberikan baik untuk ucapan Gong Xi Fa Cai maupun Marhaban Ya Ramadan. Kue kering seperti nastar dan kastengel akan menjadi primadona lintas budaya di bulan ini.

Februari 2026 mengajarkan kita bahwa keberagaman di Indonesia bukan hanya soal berdampingan tempat tinggal, tapi juga berbagi momen sukacita. Apakah Anda sudah siap menyambut meriahnya Imlek dan syahdunya Ramadan dalam satu minggu yang sama?

Related posts

5 Panduan Takmir Masjid Sambut Ramadan Februari 2026

Tren Hashtag TikTok Berpotensi Viral Awal Tahun 2026, Momen Langka Pertemuan Imlek dan Ramadan

Rapat Evaluasi Program MBG di Wonosobo, Antara Standar Teknis, Gizi, dan Ketimpangan Koordinasi

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More