Home » Puskesmas Jati Gelar Tracking dan Treatment Bagi Pemudik

Puskesmas Jati Gelar Tracking dan Treatment Bagi Pemudik

by Rahayu

KUDUS – UPT Puskesmas Jati, Kudus menggelar kegiatan tracking, testing, dan treatment di Desa Pasuruhan Lor, untuk mengantisipasi munculnya kasus kluster baru Covid-19 di wilayah kerjanya, Jumat (30/04).

Kepala Puskesmas Jati, Amad Mochamad mengatakan kegiatan tracking dan treatment pemberian obat serta vitamin tersebut menyasar warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Bersama satgas covid desa, banbinsa, babinkamtibmas, bidan desa hari ini kita laksanakan kegiatan tracking dan treatment pemberian obat, vitamin pada warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah,” ujarnya.

Selain di Desa Pasuruhan Lor, pihaknya juga menyasar tujuh desa lainnya di wilayah kerja UPT Puskesmas Jati. Antara lain, di Desa Jati Kulon, Loram Kulon, Pasuruhan Lor, Pasuruhan Kidul, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan dan Ploso.

Baca juga :  Lima Hari Kerja di Kudus, Pekerja Asal Bojonegoro Diamankan Densus 88

Pada kegiatan itu, lanjut Amad, juga dilaksanakan sosialisasi antisipasi pemudik menjelang Hari Raya Idhul Fitri 1442. Berkoordinasi dengan Pemdes, babinsa, babinkamtibmas, dan bidan desa kemudian dilakukan tracking dan pemeriksaan antigen.

“Sesuai dengan arahan Bapak Bupati, tingkatkan sinergitas bersama dalam menangani pemudik untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi kluster baru,” tuturnya.

Disamping itu, bersama Satgas Jogo Tonggo di wilayah desa masing-masing akan diimbau untuk melakukan pendataan warganya yang mudik. Setelah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan antigen dan hasilnya positif, maka akan diarahkan untuk langsung menempati tempat karantina. Baik yang telah disediakan oleh masing-masing desa maupun oleh pemkab.

Pada prinsipnya, kata Amad, semua pendatang atau pemudik setelah sampai di rumah wajib karantina mandiri membatasi berinteraksi dengan anggota keluarga lain maupun orang lain.

Baca juga :  Albar Minta Perangkat Daerah Naikkan Target Belanja Daerah

“Istirahat dulu dirumah selama 5 hari. Jika hasil rapid antigen positif maka lanjut isolasi mandiri 10-14 hari hingga sudah tidak bergejala,” pungkasnya.(yk/e2)

You may also like

Leave a Comment