Wonosobo, satumenitnews.com – Primkop Kartika B-04 Kodim 0707/Wonosobo baru saja merampungkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-57 untuk tutup buku tahun 2025. Gelaran tahunan yang berlangsung di Aula Makodim 0707/Wonosobo ini membuka tabir kinerja keuangan koperasi di lingkungan TNI AD tersebut yang mencatatkan pergerakan grafik signifikan.
Mengusung tema “Dengan semangat adaptif dan solutif, Koperasi Angkatan Darat siap membangun kemandirian dalam rangka mensejahterakan Anggota”, rapat ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus, anggota aktif, serta perwakilan instansi terkait. Forum ini menjadi arena pembuktian transparansi pengurus terhadap para anggotanya.
Data yang terhimpun dalam forum tersebut menunjukkan tren yang melawan arus perlambatan ekonomi. Primkop Kartika B-04 mencatatkan indeks pertumbuhan mencapai 19,56 persen. Angka ini memantik perhatian Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Wonosobo yang turut hadir memantau jalannya rapat.
Sorotan Tajam Dekopinda dan Isu Cadangan Dana
Rohmadi, perwakilan dari Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Wonosobo, menyoroti ketepatan waktu pelaksanaan RAT sebagai indikator vital kesehatan sebuah badan usaha. Ia menilai koperasi ini berhasil lolos dari zona merah administrasi maupun keuangan.
“Alhamdulillah untuk koperasi B-04 ini semua meningkat baik dari segi pendapatan ataupun SHU yang dibagikan ke anggota dan sekali ini koperasi yang luar biasa,” ujar Rohmadi di sela-sela kegiatan.
Ia mencatat bahwa partisipasi anggota Primkop Kartika B-04 merupakan yang paling tinggi jika disandingkan dengan sekitar 70 koperasi aktif lainnya di Kabupaten Wonosobo. Namun, di balik pujian tersebut, Rohmadi melontarkan peringatan strategis terkait pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).
Dekopinda menyarankan agar pengurus tidak menggelontorkan seluruh SHU kepada anggota. Rohmadi meminta pengurus menyisihkan sekitar 20 hingga 30 persen laba sebagai dana cadangan. Langkah ini dinilai krusial untuk mengantisipasi gejolak ekonomi tak terduga di masa depan.
Pihaknya bahkan menawarkan fasilitas pelatihan manajemen risiko jika pengurus membutuhkannya.
Predikat Sehat dan Ultimatum Dandim
Senada dengan Dekopinda, Sigit Permana dari Disdagkop UKM Kabupaten Wonosobo memberikan validasi atas status kesehatan koperasi tersebut. Menurutnya, kemampuan menggelar RAT tepat waktu adalah sinyal bahwa “dapur” koperasi tidak bermasalah.
Berdasarkan penilaian kesehatan koperasi se-Kabupaten Wonosobo tahun 2025, Primkop B-04 berhasil mengamankan skor 8,34. Angka ini secara otomatis menyematkan predikat “Sehat” pada koperasi tersebut. Dinas berencana menyerahkan sertifikat penilaian sebagai legitimasi formal atas kinerja pengurus.
“Ucapan apresiasi dan selamat RAT tepat waktu itu yang menandakan koperasi tersebut sehat dan tidak bermasalah,” kata Sigit.
Ia menambahkan optimisme bahwa koperasi ini memiliki fundamental kuat sebagai badan usaha. Sigit berharap alokasi dana pendidikan yang telah dianggarkan dapat segera dieksekusi sebagai sarana peningkatan kapasitas SDM pengurus dan anggota.
Sementara itu, Komandan Kodim 0707/Wonosobo melalui amanat yang dibacakan Kasdim Mayor Arh Siswoto Nurharjo, memberikan ultimatum agar pengurus tidak terlena dengan angka-angka positif tersebut. Dandim menegaskan bahwa RAT bukan sekadar seremoni, melainkan panggung pertanggungjawaban mutlak.
“Koperasi ini dari kita untuk kita, pengurus harus memiliki kreasi dan inovasi,” tegas Kasdim mengutip pesan Dandim.
Pimpinan Kodim meminta pengurus terus melakukan efisiensi dan berbenah. Forum RAT diharapkan menjadi ruang bagi anggota untuk menggunakan hak suaranya secara kritis guna mengawal kebijakan, memastikan koperasi tetap berjalan di koridor kemandirian, serta menopang kesejahteraan prajurit dan masyarakat sekitar secara nyata.