Wonosobo, satumenitnews.com – Di tengah gempuran tantangan sosial dan kenakalan remaja yang kian kompleks, peran lembaga pendidikan agama kembali menjadi sorotan utama sebagai benteng pertahanan moral terakhir. Kesadaran inilah yang mempertemukan aparat kepolisian dan ulama dalam satu forum di Kecamatan Mojotengah, Wonosobo, Senin (26/1/2026).
Kapolsek Mojotengah, IPTU Sudigdo, hadir langsung dalam gelaran Haflah Khotmil Quran ke-4 Pondok Pesantren Mahad Ahlul Quran di Manggisan Permai, Kelurahan Mudal. Acara yang dirangkaikan dengan pengajian umum oleh tokoh kharismatik DR. K.H. Muchotob Hamzah, M.M. ini bukan sekadar seremonial kelulusan santri, melainkan simbol kuatnya sinergi antara Ulama (pemuka agama) dan Umara (pemimpin/aparat) dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Pendidikan Agama sebagai Pencegah Masalah Sosial
Kehadiran IPTU Sudigdo di tengah ribuan santri, wali santri, dan masyarakat bukan tanpa alasan. Ia menegaskan bahwa institusi Polri memandang kegiatan keagamaan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan mitra strategis dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
“Kegiatan seperti Haflah Khotmil Quran ini tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara ulama, santri, dan masyarakat. Polri tentu mendukung penuh kegiatan positif yang membawa kesejukan dan kedamaian,” ujar IPTU Sudigdo.
Pernyataan ini sejalan dengan upaya preventif kepolisian. Ketika nilai-nilai Al-Quran tertanam kuat pada generasi muda, potensi gangguan keamanan—mulai dari tawuran, narkoba, hingga pelanggaran lalu lintas dapat diredam sejak dari pikiran.
Situasi Kondusif, Masyarakat Tenang
Acara yang berlangsung di jantung Kelurahan Mudal ini berjalan dengan khidmat. Kehadiran DR. K.H. Muchotob Hamzah memberikan bobot tersendiri, mengingatkan pentingnya ilmu dan adab bagi masyarakat modern.
Di sisi pengamanan, aparat kepolisian berkolaborasi apik dengan panitia lokal. Tidak ada ketegangan, yang ada hanyalah suasana guyub rukun. IPTU Sudigdo memastikan bahwa polisi akan selalu hadir di ruang-ruang publik untuk menjamin rasa aman warga dalam beribadah dan berkegiatan.
“Kami berkomitmen menjaga situasi kamtibmas agar setiap kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar,” tambahnya.
Haflah Khotmil Quran ke-4 ini menjadi bukti bahwa Wonosobo, khususnya Mojotengah, terus berdenyut dengan kegiatan positif. Sinergi yang terjalin antara Polsek Mojotengah dan PP Mahad Ahlul Quran diharapkan menjadi model ideal bagaimana aparat dan lembaga pendidikan bahu-membahu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.