Wonosobo — Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan Polres Sobo Wargo di Desa Sudungdewo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo pada hari Kamis (26/02). Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Wonosobo, Wakapolres, para Pejabat Utama Polres Wonosobo, Kapolsek Kertek, Kepala Desa Sudungdewo Mulison, Ketua BPD Desa Sudungdewo, personel Satbinmas, personel Polsek Kertek, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sekitar 50 warga setempat.
Dalam pemaparannya, Kasat Reskrim Polres Wonosobo, AKP Arif Kristiawan, menyampaikan bahwa sejak 17 Februari dan beberapa hari ke depan, jajaran kepolisian menggelar Operasi Pekat Candi 2026 dengan fokus pada penanggulangan penyakit masyarakat, termasuk maraknya penyalahgunaan bahan peledak (handak) jenis low explosive di wilayah Kabupaten Wonosobo.
Kepolisian menegaskan prinsip pencegahan lebih diutamakan daripada penindakan serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif. Terutama untuk para orang tua, diimbau mengawasi aktivitas anak, termasuk penggunaan ponsel, memperhatikan barang-barang di kamar anak, serta memberikan edukasi tentang bahaya dan konsekuensi hukum petasan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian SDM Polres Wonosobo, AKP Nuryawan Eko Ramdani, juga mensosialisasikan Penerimaan Terpadu Polri melalui jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama. Rekrutmen ditegaskan menerapkan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta tidak dipungut biaya.
Kelulusan sepenuhnya ditentukan kemampuan peserta. Masyarakat diminta tidak percaya pada praktik percaloan atau tawaran kelulusan berbayar dan segera melapor apabila menemukan indikasi penipuan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sambung rasa atau tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sejumlah warga menyampaikan pertanyaan dan masukan terkait situasi kamtibmas, pengawasan peredaran petasan, hingga mekanisme pendaftaran anggota Polri.
Menutup kegiatan tersebut, Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menyampaikan bahwa pihaknya terus berbenah dan memperbaiki diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan, kegiatan tatap muka seperti ini merupakan langkah nyata Polres Wonosobo untuk hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, kritik, dan masukan secara terbuka.
Terkait isu-isu yang viral di media sosial, ia memastikan jajaran tidak tinggal diam, melainkan proaktif menjemput bola dengan mendatangi pelapor atau korban guna memastikan apakah perkara akan dilanjutkan atau tidak serta menjamin penanganannya sesuai prosedur hukum.
“Semua proses kami laksanakan secara terbuka dan profesional. Besar harapan kami, dengan komunikasi yang baik dan kerja sama yang kuat, Polri ke depan semakin dipercaya dan dicintai masyarakat. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar kami dapat terus memberikan pelayanan terbaik,” ujar Kapolres.