Wonosobo, satumenitnews.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah masa bakti 2026–2027 resmi dikukuhkan pada Rabu (18/2/2026). Prosesi pelantikan yang berlangsung di Ruang Mangunkusuma Setda Wonosobo ini menjadi momentum strategis bagi mahasiswa untuk mengambil peran dalam penguatan ekonomi daerah.
Acara tersebut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Wonosobo, Mohamad Kristijadi, yang mewakili Bupati Wonosobo. Turut hadir Rektor UNSIQ Jawa Tengah, Dr. Z. Sukawi, M.A., jajaran civitas akademika, mahasiswa, serta Pengurus BPC HIPMI Wonosobo.
Dalam sambutannya, Mohamad Kristijadi menegaskan harapannya agar organisasi ini mampu menjadi katalisator iklim kewirausahaan, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga di Kabupaten Wonosobo secara luas.
“HIPMI Perguruan Tinggi UNSIQ, saya harap mampu membangkitkan iklim kewirausahaan, khususnya di lingkungan UNSIQ Jawa Tengah dan mahasiswa, serta memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi Wonosobo,” ungkap Kristijadi.
Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini menuntut para pelaku bisnis untuk terus berinovasi. Ia menekankan perlunya perbaikan sistem manajemen dan kejelian melihat peluang agar usaha rintisan mahasiswa mampu bertahan di tengah persaingan global yang kompetitif.
Mitra Strategis Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Wonosobo memandang mahasiswa sebagai representasi pemuda intelektual dan agen perubahan. Ketika mahasiswa memutuskan untuk menjadi wirausahawan, mereka dinilai telah mengambil peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi bangsa.
Kristijadi menyebut bahwa mahasiswa wirausaha tidak sekadar menciptakan lapangan kerja untuk diri sendiri, melainkan turut memperkuat struktur ekonomi daerah dengan menggerakkan sektor riil. Oleh karena itu, HIPMI PT diharapkan menjadi ruang pembinaan yang optimal.
“Saya mengajak HIPMI PT UNSIQ menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Wonosobo. Kolaborasi sinergis antara HIPMI, pemerintah, dan berbagai pihak akan membawa dampak luas bagi pemerataan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Ia juga berharap HIPMI PT UNSIQ dapat melahirkan wirausahawan muda yang tangguh dan berorientasi pada kebermanfaatan sosial, termasuk menyerap tenaga kerja lokal dan memberdayakan potensi desa melalui teknologi digital.
Technopreneurship Berbasis Spiritual
Sementara itu, Rektor UNSIQ Wonosobo, Dr. Z. Sukawi, M.A., menyoroti pentingnya integrasi antara teori dan praktik dalam pembelajaran kewirausahaan. Bergabungnya UNSIQ dengan HIPMI dinilai sebagai langkah penting untuk memberikan pengalaman lapangan yang nyata bagi mahasiswa.
“Ini bukan hanya belajar teori berusaha, tetapi juga praktik langsung menghadapi tantangan dan peluang dunia usaha. Kami yakin potensi dan kemampuan mahasiswa UNSIQ mampu mengelola peluang tersebut dengan baik,” ujar Sukawi.
Lebih jauh, Rektor menekankan ciri khas kewirausahaan yang ingin dibangun di UNSIQ, yakni perpaduan antara teknologi (technopreneurship) dan nilai-nilai spiritualitas. Hal ini sejalan dengan visi kampus untuk membentuk ekosistem usaha yang berdampak luas.
“Teknopreneurnya harus kuat, spiritualitasnya juga harus kuat. Karena dari UNSIQ, kita ingin membangun ecospiritual system dalam mewujudkan usaha yang berdampak,” tegasnya.
Fokus Perluasan Jejaring
Ketua HIPMI PT UNSIQ periode 2026–2027, Yunus Febrianto, memaparkan arah gerak organisasi di bawah kepemimpinannya. Program utama kepengurusan tahun ini akan difokuskan pada perluasan jaringan dan relasi antar HIPMI PT di berbagai daerah.
“Kami ingin membangun jejaring antar HIPMI PT di luar daerah agar anggota memiliki akses relasi yang lebih luas untuk memperluas pasar. Fokus kami ke depan adalah penguatan jaringan,” kata Yunus.
Untuk menarik minat mahasiswa, HIPMI PT UNSIQ akan mengedepankan pendekatan yang inklusif. Yunus menegaskan bahwa syarat bergabung sangat sederhana, yakni memiliki niat belajar dan berwirausaha. Pihaknya juga akan bersinergi dengan UKM Kewirausahaan kampus untuk memperluas akses pembinaan.
Dalam waktu dekat, Yunus menyebut akan segera menggelar Rapat Kerja internal dan program Mastermind yang membahas legalitas produk. Selain itu, koordinasi dengan HIPMI PT Jawa Tengah juga tengah disiapkan untuk pelaksanaan Jambore Daerah.

