Wonosobo, satumenitnews.com – Anggota Koramil 01/Wonosobo mendampingi ribuan warga dalam pelaksanaan tradisi Nyadran di Kelurahan Kalianget, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kegiatan tahunan ini memadati area pemakaman umum setempat sejak pagi hari.
Masyarakat dari tiga dusun, yakni Karangluhur, Bugangan, dan Kalianget, tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Mereka memulai kegiatan dengan kerja bakti membersihkan lingkungan makam, yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk penguatan nilai spiritual.
Danramil 01/Wonosobo, Kapten Cke Sapta Wibawa, menilai Nyadran bukan sekadar seremonial turun-temurun. Menurutnya, tradisi ini merupakan sarana amal ibadah yang memuat nilai gotong royong untuk memperkuat persatuan bangsa.
“Keterlibatan TNI dalam kegiatan kemasyarakatan seperti ini merupakan bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Sapta dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa kebersamaan antara aparat dan warga menjadi pondasi utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Apresiasi senada datang dari Ketua Panitia sekaligus Ketua Takmir Masjid Jawahirul Akbar Kalianget, H. Ahmad Ridho S.Kom. Ia berterima kasih kepada seluruh pihak, termasuk personel Koramil 01/Wonosobo, yang mendukung kelancaran acara tersebut.
Ridho menjelaskan bahwa Nyadran memiliki dimensi sosial dan religius yang mendalam. Selain mempererat persaudaraan antarwarga, tradisi ini menjadi bentuk birrul walidain atau bakti kepada orang tua serta para pendahulu yang telah mengajarkan nilai-nilai agama.
“Melalui Nyadran, kita diingatkan bahwa suatu saat semua akan kembali kepada Sang Khaliq. Karena itu, kita harus menyiapkan bekal terbaik untuk menghadap-Nya,” kata Ridho.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi ramah tamah. Warga berharap tradisi di Kelurahan Kalianget ini tetap lestari secara berkelanjutan sebagai wujud menjaga keseimbangan antara budaya dan nilai religius di tengah masyarakat.