Wonosobo, satumenitnews.com – PT Tirta Investama atau Aqua menjalankan program konservasi air dan lingkungan secara masif di Kabupaten Wonosobo.
Program pelestarian alam ini menjangkau sekitar 10 desa yang tersebar di tiga kecamatan.
Langkah ini dilakukan melalui skema pendampingan desa serta berbagai kegiatan konservasi yang berbasis riset lapangan.
“Dari awal berdirinya Aqua, komitmen terhadap lingkungan menjadi salah satu pilar utama. Dan itu selalu kita lakukan secara sustainable atau berkelanjutan,” ujar General Manager PT Tirta Investama Wonosobo, Sunarno, Selasa (10/3/2026).
Sunarno menjelaskan bahwa setiap program perusahaan selalu diawali dengan tahapan observasi dan survei lapangan.
Langkah awal ini bertujuan untuk memastikan program yang berjalan benar-benar sesuai dengan kondisi riil wilayah masing-masing.
“Kita melakukan studi dulu, melakukan observasi, kemudian membuat program sesuai kondisi yang ada di lapangan. Bisa penanaman pohon, biopori, termasuk resapan air di sumber yang kita pakai,” tuturnya.
Kolaborasi Riset dan Konservasi Lapangan
Program konservasi air ini tidak sekadar menanam pohon, tetapi juga didasarkan pada penelitian akademis yang terukur.
Aqua secara khusus bekerja sama dengan tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memetakan daerah tangkapan air di seluruh wilayah Wonosobo.
Dari hasil rekomendasi penelitian tersebut, perusahaan melakukan berbagai intervensi konservasi yang tepat sasaran.
“Kita melakukan penelitian bersama UGM untuk melihat daerah tangkapan air di Wonosobo. Dari situ kita melakukan konservasi melalui penanaman dan pembuatan rorak, sumur resapan, dan biopori,” kata Sunarno.
Hingga saat ini, jumlah bibit tanaman yang telah disalurkan kepada berbagai kelompok masyarakat mencapai sekitar 29.800 pohon.
Tanaman yang dibagikan meliputi komoditas kopi, alpukat, serta berbagai tanaman produktif lain yang mendukung perbaikan tutupan lahan.
Pendampingan dan Penguatan Komunitas
Selain fokus pada kelestarian sumber daya air, pendampingan desa ini juga menyasar target penguatan ekonomi komunitas sekitar.
Program pemberdayaan dikembangkan secara spesifik dengan menyesuaikan potensi yang dimiliki oleh masyarakat di masing-masing desa.
Beberapa desa diarahkan untuk memperluas budidaya tanaman kopi, sementara desa lainnya didampingi untuk mengembangkan sektor agrowisata.
“Kita lihat kebutuhan di desa itu apa. Misalnya lebih ke budidaya kopi atau wisata. Kita kembangkan sesuai kebutuhan yang ada,” jelas Sunarno.