WONOSOBO – Suksesnya pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang dilaksanakan Kodim 0707/Wonosobo tidak lepas dari peran serta dan ketulusan masyarakat. Salah satu sosok inspiratif dibalik kelancaran pembangunan tersebut adalah Kuat Sujiwo, warga Desa Ngadisuko, yang dengan ikhlas menghibahkan tanah miliknya untuk kepentingan umum. (13/1/2026)
Dengan penuh keikhlasan, Kuat Sujiwo menyampaikan bahwa harta benda yang dimiliki manusia sejatinya hanyalah titipan dari Allah SWT. Oleh karena itu, sudah sepatutnya dimanfaatkan dan disalurkan sebaik mungkin untuk kepentingan bersama.
“Kita semua membutuhkan bekal untuk menghadap Sang Khalik. Amal ibadah terbaik itulah yang saya persembahkan,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan pengalaman spiritual yang dirasakannya setelah menghibahkan tanah tersebut. Meskipun sebagian lahan pertaniannya dipotong untuk jalan, hasil panen yang diperoleh tidak berkurang, bahkan justru bertambah. Hal ini semakin menguatkan keyakinannya akan keberkahan dari amal yang ikhlas.
Sementara itu, Pj Danramil 06/Kertek, Letda Kav Arief, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kuat Sujiwo atas dukungan dan pengorbanannya. Menurutnya, berkat keikhlasan tersebut, program pembangunan Jembatan Gantung Garuda dapat berjalan dengan lancar dan saat ini telah memasuki tahap finishing.
Di tempat terpisah, Dandim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos., menegaskan bahwa apa yang dilakukan Kuat Sujiwo merupakan inspirasi bagi semua pihak. “Hidup harus selalu diisi dengan perbuatan baik dan berpikir untuk menyiapkan bekal kelak. Jika sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki pemikiran dan ketulusan seperti ini, korupsi tidak akan terjadi dan Indonesia akan menjadi negara yang sangat makmur,” tegasnya.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda pun kini tidak hanya menjadi sarana penghubung antar wilayah, tetapi juga simbol kuatnya nilai gotong royong, keikhlasan, dan kepedulian sosial antara TNI dan rakyat.
Pendim0707