Home » Halaman Kantor Kecamatan Mencekam Jelang Magrib, Petugas Temukan Hewan Ini di Atas Pohon

Halaman Kantor Kecamatan Mencekam Jelang Magrib, Petugas Temukan Hewan Ini di Atas Pohon

by Manjie
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Suasana sore di lingkungan Kantor Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, mendadak berubah tegang pada Rabu, 28 Januari 2026. Aktivitas pelayanan yang mulai surut justru dikejutkan oleh temuan salah satu karyawan kecamatan yang melihat pergerakan mencurigakan di area taman halaman kantor.

Karyawan tersebut mendapati seekor ular tengah melingkar di salah satu pohon yang berada tepat di area publik tersebut. Khawatir membahayakan pegawai maupun warga yang melintas, pihak kecamatan segera menghubungi Call Center Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) dan SAR Kaliwiro pada pukul 17.45 WIB.

Respons Cepat Mencegah Bahaya

Laporan tersebut direspons dengan pergerakan cepat personel RPB SAR Kaliwiro yang bermarkas di Jalan Selomanik. Hanya dalam waktu 10 menit setelah telepon diterima, tim rescue lengkap dengan peralatan penanganan reptil sudah tiba di lokasi kejadian. Kecepatan respons ini menjadi faktor krusial mengingat hari mulai gelap dan posisi ular yang berada di ketinggian bisa menyulitkan proses pencarian jika tidak segera ditangani.

Setibanya di lokasi, tim gabungan yang terdiri dari RPB SAR Kaliwiro, Redkar (Relawan Pemadam Kebakaran) Kaliwiro, dan unsur Pemerintah Kecamatan Kaliwiro langsung melakukan sterilisasi area. Petugas memindai keberadaan ular untuk memastikan jenis dan tingkat ancamannya sebelum mengambil tindakan penangkapan.

Peringatan Keras dari Relawan

Berdasarkan identifikasi visual tim ahli di lapangan, ular tersebut dipastikan berjenis Boiga cynodon atau sering dikenal sebagai ular taring kucing (dog-toothed cat snake). Meski sering dianggap tidak agresif, ular ini menyimpan potensi bahaya yang tidak boleh diremehkan.

Habib, salah satu relawan PB Kaliwiro yang bertugas dalam operasi tersebut, memberikan peringatan keras terkait spesies ini. Ia menjelaskan bahwa ular tersebut memiliki bisa tingkat menengah yang dampaknya bisa sangat serius bagi manusia.

“Ular ini jenisnya Boiga cynodon. Walaupun bukan kategori bisa tinggi seperti kobra, dia punya bisa menengah yang efeknya tetap sangat berbahaya dan menyakitkan jika sampai menggigit manusia. Jangan sekali-kali mencoba menangkap dengan tangan kosong,” tegas Habib di lokasi evakuasi.

Habib menambahkan bahwa keputusan pihak kecamatan untuk segera melapor adalah langkah yang tepat. Menurutnya, ular yang berada di area terbuka memiliki kecenderungan berpindah cepat saat merasa terancam atau terganggu aktivitas manusia.

“Tadi begitu sampai, kami langsung identifikasi dan eksekusi. Alhamdulillah 10 menit tim sudah di lokasi sehingga ular belum sempat berpindah ke tempat yang lebih sulit dijangkau,” tambah Habib.

Evakuasi Berjalan Lancar

Proses evakuasi dilakukan menggunakan tongkat penjepit khusus atau snake tong untuk menjamin keamanan personel. Ular yang sempat bertahan di dahan pohon akhirnya berhasil diturunkan dan diamankan ke dalam wadah tertutup (box rescue). Operasi berjalan lancar tanpa adanya insiden gigitan atau perlawanan berarti dari satwa tersebut.

Setelah situasi dinyatakan kondusif, tim RPB SAR tidak langsung meninggalkan lokasi. Personel memberikan edukasi singkat kepada para karyawan kecamatan yang masih berada di tempat. Edukasi tersebut mencakup pengenalan karakter ular dan prosedur keselamatan awal (safety first) jika insiden serupa terulang kembali di lingkungan perkantoran.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy