Home » Sekdin Disdikpora Soroti Perundungan Medsos: Program “Mata Sehat, Generasi Hebat” Jadi Langkah Mitigasi dari Hulu

Sekdin Disdikpora Soroti Perundungan Medsos: Program “Mata Sehat, Generasi Hebat” Jadi Langkah Mitigasi dari Hulu

by Malindra Anji
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo akhirnya angkat bicara merespons maraknya dugaan perundungan di kalangan pelajar, terutama yang belakangan ini dipicu oleh aktivitas saling sindir di media sosial.

Sekretaris Disdikpora Kabupaten Wonosobo, Moh. Burhanuddin, secara pribadi menyatakan keprihatinannya atas insiden kekerasan yang mencoreng dunia pendidikan di wilayahnya tersebut.

“Disdikpora Kabupaten Wonosobo menyayangkan apabila benar terjadi peristiwa yang mengarah pada perundungan di kalangan pelajar. Lingkungan pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik,” kata Burhanuddin, Sabtu (14/3/2026) lalu.

Burhanuddin menegaskan bahwa jika terbukti terjadi tindakan perundungan, penanganan akan dilakukan secara edukatif dengan melibatkan sekolah dan orang tua. Ia juga memberikan peringatan khusus agar para pelajar lebih bijaksana saat menggunakan platform digital demi menghindari konflik.

Membangun Generasi Hebat dari Bangku SD

Tragedi perundungan di jenjang menengah (SMP/MTs) disadari merupakan dampak lanjutan dari pola interaksi digital yang tidak terkontrol sejak usia dini. Akar masalahnya, yakni kecanduan gawai dan minimnya literasi digital, sering kali sudah terbentuk kuat sejak anak-anak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Baca juga :  Disdikpora Wonosobo Sayangkan Kasus Perundungan Pelajar Akibat Saling Sindir di Medsos

Menyadari hal tersebut, inisiatif mandiri bertajuk “Mata Sehat, Generasi Hebat” yang digagas Satumenitnews bersama Optik Nano Jaya hadir sebagai solusi di tingkat hulu. Program ini bertujuan memotong mata rantai perilaku negatif digital sekaligus menjaga kesehatan indra penglihatan sebelum anak-anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Hingga pertengahan Maret 2026, gerakan masif ini telah sukses menyasar tiga sekolah dasar, yakni SDN Durensawit (Leksono), SDN 1 Bumirejo (Mojotengah), dan SDN 2 Kalimendong (Leksono). Safari ini tidak sekadar melakukan deteksi dini kesehatan mata, melainkan secara proaktif mengedukasi siswa dan orang tua mengenai batasan durasi layar sebagai fondasi karakter.

Fakta lapangan di ketiga sekolah tersebut sangat linier dengan kekhawatiran Disdikpora. Di SDN Durensawit, ditemukan fakta siswa kelas bawah yang sudah memiliki gawai pribadi dan mengaksesnya hingga dini hari. Sementara di SDN 1 Bumirejo, nyaris 70 persen siswa terdeteksi mengalami gangguan penglihatan akibat durasi layar berlebih.

Baca juga :  Klarifikasi Koordinator FGSNI Kabupaten Wonosobo Terkait Aksi 16 Desember 2024

Camat Leksono Ngadenan Hadi Priyono yang turut memantau jalannya program menegaskan bahwa intervensi di tingkat SD sangat krusial. Tanpa pengawasan ketat dari keluarga di rumah, risiko gangguan kesehatan mata dan penyimpangan perilaku di media sosial akan semakin sulit dibendung saat anak beranjak dewasa.

Intervensi independen ini dipastikan akan terus berlanjut menyasar sekolah-sekolah dasar lain di seluruh Kabupaten Wonosobo. Langkah taktis ini tidak hanya membentengi fisik dan mental pelajar, tetapi juga melengkapi visi besar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) nasional dalam menyiapkan generasi emas yang sehat dan beretika digital.

Evaluasi Gawai, Dikpora Terkejut Temukan Siswa Kelas 1 SDN Durensawit Minus 2,5

Hasil Survei Tertulis di SDN Durensawit Temukan 42 Siswa Kelas Rendah Miliki HP Pribadi

Tinjau Periksa Mata Gratis SDN 1 Bumirejo, Wakil Ketua DPRD Wonosobo Soroti 70 Persen Siswa Alami Gangguan

Safari Pemeriksaan Mata Berlanjut: Kepala SDN 1 Bumirejo, Kecamatan Mojotengah Wonosobo Prihatin Banyak Siswa Bermata Minus

Gandeng PT Satu Menit Grup, Optik Nano Jaya Edukasi Siswa SD Wonosobo Cegah Radiasi Gawai

Safari Cek Mata Berlanjut ke Kalimendong, Pimpinan DPRD Tekankan Mitigasi Dini dan Peran Wali Murid

Siswa SDN 2 Kalimendong Terdeteksi Minus 8, Enggan Berkacamata Sejak PAUD

Ironi Wali Murid Sekolah Dasar Wonosobo: Biarkan Anak Main Game, Beli LKS Malah LaporBup

Saling Sindir di Instagram Picu Perundungan Siswi MTs di Kejajar Wonosobo

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy