Wonosobo, satumenitnews.com — Jajaran kepolisian Resor Wonosobo kembali turun langsung ke tengah masyarakat. Bukan untuk penindakan keras, melainkan membuka ruang dengar pendapat yang kerap kali tersumbat jarak birokrasi. Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan memimpin langsung pejabat utama Polres dalam kegiatan bertajuk Polres Sobo Wargo di Desa Karanganyar, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, pada Selasa (10/2).
Langkah ini diambil sebagai strategi jemput bola untuk memetakan potensi gangguan keamanan yang nyata dirasakan publik. Forum ini menjadi jembatan krusial antara aparat penegak hukum dan warga sipil dalam mengurai benang kusut masalah keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menjawab Keresahan Warga Soal Kriminalitas
Suasana dialog berjalan cair namun sarat akan substansi. Salah seorang warga setempat, Ketut Ismiyo, tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia langsung menyoroti dua isu krusial yang belakangan meresahkan lingkungan desa, yakni fenomena kenakalan remaja dan maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Merespons keluhan tersebut, pihak kepolisian tidak memberikan janji manis semata. Mereka menekankan bahwa pencegahan kenakalan remaja adalah tanggung jawab kolektif yang tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Polisi mengajak keluarga dan masyarakat untuk lebih peka, terutama menjelang momentum-momentum tertentu yang sering kali menjadi pemicu lonjakan aktivitas negatif di kalangan pemuda.
Terkait isu pencurian kendaraan bermotor yang menjadi momok bagi warga, kepolisian meminta masyarakat untuk tidak lengah. Kewaspadaan harus ditingkatkan melalui pengamanan kendaraan yang lebih ketat. Warga juga didorong untuk segera memanfaatkan layanan darurat kepolisian 110 jika melihat gerak-gerik mencurigakan atau menjadi korban tindak pidana, agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.
Edukasi Narkoba dan Peluang Mengabdi
Agenda Sobo Wargo kali ini tidak hanya berkutat pada masalah kriminalitas konvensional. Polres Wonosobo juga menyisipkan agenda sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Edukasi diberikan secara mendetail, mulai dari pengenalan jenis-jenis narkotika, ciri-ciri fisik maupun perilaku pengguna, hingga penekanan pada peran vital keluarga dalam mendeteksi dan mencegah penyalahgunaan barang haram tersebut sejak dini.
Di sisi lain, kepolisian juga membawa kabar bagi generasi muda yang berminat mengabdikan diri pada negara. Sosialisasi rekrutmen anggota Polri dibuka lebar, mencakup jalur Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, hingga Tamtama. Informasi ini diharapkan dapat menjaring putra-putri daerah terbaik untuk bergabung dalam korps Bhayangkara.
Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menegaskan bahwa pendekatan dialogis seperti ini bukan sekadar formalitas, melainkan strategi inti dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Kami ingin mendengar langsung persoalan yang dihadapi warga. Keamanan tidak bisa dijaga sendiri oleh polisi, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat,” ujar Kapolres di sela kegiatan.
Polres Wonosobo berharap kegiatan Sobo Wargo dapat membangun komunikasi dua arah yang berkelanjutan. Dengan hilangnya sekat antara polisi dan warga, situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Wonosobo diharapkan bukan lagi sekadar angan, melainkan realitas yang terjaga bersama.