Home » Safari Pemeriksaan Mata Berlanjut: Kepala SDN 1 Bumirejo, Kecamatan Mojotengah Wonosobo Prihatin Banyak Siswa Bermata Minus

Safari Pemeriksaan Mata Berlanjut: Kepala SDN 1 Bumirejo, Kecamatan Mojotengah Wonosobo Prihatin Banyak Siswa Bermata Minus

by Malindra Anji
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Rangkaian safari pemeriksaan mata gratis yang diinisiasi oleh portal berita satumenitnews.com bersama Optik Nano Jaya kembali berlanjut. Setelah sukses menggelar kick-off program di SDN Durensawit, Kecamatan Leksono pada 26 Februari lalu, kini giliran SD Negeri 1 Bumirejo, Kecamatan Mojotengah yang menjadi lokasi sasaran pada Senin (2/3/2026).

Kegiatan jemput bola yang menyasar para siswa secara bertahap ini mengungkap fakta memprihatinkan di lapangan. Banyak siswa terdeteksi memiliki gangguan penglihatan dengan kondisi mata minus lebih dari satu, yang diduga kuat akibat tingginya intensitas penggunaan gawai di rumah.

Kepala SD Negeri 1 Bumirejo, Halay Megasari, membenarkan temuan tersebut. Ia merasa prihatin setelah melihat hasil pemeriksaan yang menunjukkan banyak siswanya sudah difasilitasi gawai sendiri oleh orang tua mereka (untuk kelas 1-3).

Baca juga :  Pariwisata vs Pertanian: Ketika Pariwisata Mengancam Lahan Pertanian

“Hasilnya sudah muncul tadi, ternyata banyak siswa yang sudah memiliki HP sendiri. Dari beberapa anak yang diperiksa, ternyata ada yang mata minusnya sudah lebih dari satu,” ucap Halay saat ditemui usai kegiatan pemeriksaan.

Menanggapi kondisi ini, pihak sekolah segera mengambil langkah taktis. Halay menjelaskan bahwa sekolah akan menerapkan kebijakan rotasi tempat duduk minimal satu minggu sekali. Langkah ini bertujuan agar siswa yang terdeteksi mengalami gangguan penglihatan bisa bergantian duduk di barisan depan kelas.

Selain penyesuaian di dalam kelas, sekolah juga akan mengintensifkan komunikasi dengan orang tua murid. Halay menyoroti kebiasaan anak-anak yang kerap dibiarkan bermain gawai saat kedua orang tuanya sibuk bekerja.

BACA JUGA: Soroti Tingginya Anak Bermata Minus, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Wonosobo

Baca juga :  Cegah Mata Minus: 5 Aturan Emas Penggunaan Gadget untuk Anak SD di Wonosobo

Untuk mengurangi ketergantungan siswa pada piranti digital di rumah, para guru SD Negeri 1 Bumirejo dituntut merancang metode pembelajaran yang lebih menarik. Sekolah juga akan memberikan tugas rumah yang lebih menantang agar siswa lebih aktif belajar daripada menghabiskan waktu di depan layar.

Tidak hanya intervensi akademis, pihak sekolah berencana kembali mengundang psikolog. Jika pada tahap pertama psikolog dihadirkan untuk membahas penanaman karakter anak, pada tahap kedua ini fokus materi akan diarahkan pada edukasi pengurangan penggunaan gawai di rumah bagi para wali murid.

Keluhan terkait durasi penggunaan gawai sebenarnya sudah sering disuarakan oleh para wali murid melalui forum paguyuban kelas. Banyak orang tua merasa kewalahan karena anak cenderung membantah saat dinasihati di rumah, namun lebih patuh kepada teguran guru di sekolah.

Baca juga :  Guru di Wonosobo: Antara Pengabdian dan Tantangan Kesejahteraan

Halay menyadari bahwa menjauhkan anak sepenuhnya dari teknologi di era digitalisasi adalah hal yang mustahil. Ia menyarankan agar orang tua mulai membuat kesepakatan tegas terkait batasan waktu penggunaan gawai.

“Sarannya adalah mengurangi durasi atau memberikan batasan. Misalnya sehari satu jam, maka harus dihentikan. Intinya antara orang tua dan anak harus ada kesepakatan mengenai batas waktu penggunaan HP,” kata Halay.

Program safari tes mata gratis ini sendiri rencananya akan terus digulirkan secara maraton ke berbagai sekolah di Kabupaten Wonosobo. Langkah ini merupakan komitmen satumenitnews.com dan mitra sponsor untuk terus mengedukasi masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap kesehatan mata generasi penerus.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy