Wonosobo, satumenitnews.com – Rangkaian safari pemeriksaan mata gratis “Mata Sehat, Generasi Hebat” terus bergulir. Setelah kickoff di SDN Durensawit dan menyambangi SDN 1 Bumirejo, hari ini, Rabu (4/3/2026), giliran puluhan siswa SDN 2 Kalimendong, Kecamatan Leksono yang mendapatkan layanan pemeriksaan mata gratis dari tim satumenitnews.com dan Optik Nano Jaya.
Langkah jemput bola ke sekolah-sekolah ini mendapat sorotan positif dari kalangan legislatif. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Mugi Sugeng, yang sebelumnya turun langsung memantau pelaksanaan di SDN 1 Bumirejo, menilai program ini bukan sekadar cek kesehatan biasa, melainkan langkah mitigasi yang krusial.
“Saya apresiasi dan berterima kasih sekali atas inisiatif dari satumenitnews.com dan Optik Nano Jaya yang melakukan gerakan sosial tes mata gratis di sekolah-sekolah. Setelah saya menyaksikan langsung, ini adalah kondisi riil di lapangan,” ujar Mugi Sugeng.
Politisi tersebut menegaskan, temuan di lapangan di mana banyak anak usia dini sudah mengalami penurunan fungsi penglihatan harus disikapi sebagai alarm bagi para orang tua dan tenaga pendidik.
“Artinya apa pun hasilnya nanti, ini adalah bagian dari mitigasi kita sebagai wali siswa, guru, dan masyarakat. Tujuannya agar sejak dini kita mengetahui kondisi kesehatan anak-anak kita, khususnya mata,” tegasnya.
Dorong Sinergi Guru dan Orang Tua
Mugi Sugeng menggarisbawahi bahwa data hasil pemeriksaan di tiap sekolah harus segera ditindaklanjuti. Ia mendorong adanya komunikasi yang intensif antara pihak sekolah dan wali murid.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi mata anak sudah parah, ia menyarankan agar segera dicarikan solusi yang tepat, seperti penggunaan kacamata. Sebaliknya, bagi siswa yang kondisi matanya masih sehat, Mugi menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga pola hidup anak di rumah.
“Kalau belum begitu parah, apalagi yang sehat, tentu harus dijaga. Kurangi penggunaan HP, lalu terapkan pola makan yang sehat dan bergizi, sehingga kesehatan mata ini bisa terus dipertahankan,” paparnya.
Faktor gaya hidup, menurutnya, menjadi penyumbang utama masalah penglihatan anak saat ini. Oleh karena itu, sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar generasi Wonosobo ke depan tidak terhambat prestasinya hanya karena masalah kesehatan mata yang lambat tertangani.
“Gangguan ini tentu tidak hanya karena HP, pola makan dan lain-lain juga berpengaruh. Nanti hasilnya biar guru berkomunikasi dengan wali murid, agar kita bisa bersama-sama mengantisipasi semuanya,” pungkas Mugi.
Dengan berlanjutnya pemeriksaan di SDN 2 Kalimendong hari ini, diharapkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata dan pembatasan penggunaan gawai dapat semakin meluas ke berbagai lapisan masyarakat di Wonosobo.