Wonosobo, satumenitnews.com – Lelah setelah menempuh perjalanan darat berjam-jam dari ibu kota seakan menguap begitu saja. Ratusan perantau asal Wonosobo akhirnya bisa membuang napas lega dan tersenyum saat menginjakkan kaki di Pendopo Selatan pada Senin malam (16/3/2026).
Bukan sekadar turun dari bus angkutan, kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat. Kehangatan sapaan sang kepala daerah seolah menjadi penawar rindu bagi warganya yang selama ini keras mengadu nasib di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Bagi Narti, salah seorang pemudik, momen pulang kampung ini adalah kepingan kebahagiaan yang selalu ditunggu setiap tahunnya. Keterbatasan biaya kerap menjadi tembok penghalang niatnya untuk memeluk keluarga di kampung halaman. Namun, berkat program mudik gratis ini, beban di pundaknya terasa jauh lebih ringan.
“Sangat membantu kami yang merantau, apalagi bagi yang kekurangan dana untuk pulang kampung,” ujar Narti.
Perempuan pekerja ini bercerita bahwa ini adalah tahun keempatnya ikut dalam rombongan mudik gratis. Ia merasakan betul bagaimana pelayanannya terus membaik, ditambah akses pendaftaran online yang kini sangat memudahkan warga kelas pekerja.
Ruang Melepas Lelah Sebelum Pelukan Keluarga
Rasa haru malam itu tidak hanya milik para pemudik. Bupati Afif Nurhidayat turut menyampaikan kebanggaannya melihat antusiasme warga yang begitu besar. Kebahagiaan itu bertambah karena jumlah armada tahun ini meningkat pesat menjadi sembilan bus berkapasitas penuh, dibandingkan tahun lalu yang hanya lima armada.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada IKW, khususnya Mas Taqin yang diamanahi sebagai koordinator, yang telah mengawal teman-teman dari Jakarta hingga sampai di Wonosobo dengan selamat,” ungkap Afif di tengah keramaian pendopo.
Pemerintah daerah tidak membiarkan warganya telantar. Pendopo disulap menjadi ruang istirahat sementara lengkap dengan sajian minuman untuk memulihkan tenaga.
Kepala Disperkimbuh Wonosobo, Agus Susanto, memastikan bahwa sembilan armada yang terdiri dari bantuan Pemprov Jateng, Pemkab Wonosobo, dan Baznas itu tiba tanpa kendala sedikit pun.
“Seluruh armada tiba di Wonosobo dengan selamat dan para pemudik disambut langsung oleh Bupati di Pendopo. Setelah itu mereka diantar ke kecamatan masing-masing dengan pengawalan Polsek di seluruh kecamatan,” jelas Agus.
Perhatian penuh dari pemerintah ini rupanya meninggalkan kesan mendalam bagi Ikatan Keluarga Wonosobo (IKW). Taqin, selaku perwakilan IKW yang sudah mengawal arus mudik sejak 2010, menyebut tradisi penyambutan bupati secara langsung dalam tiga tahun terakhir ini sebagai bentuk penghargaan tertinggi bagi kaum perantau.
“Ini apresiasi yang luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang telah memberikan perhatian besar kepada para perantau,” kata Taqin.
Sebanyak 280 perantau malam itu akhirnya bersiap menaiki kendaraan lanjutan menuju kecamatan masing-masing di bawah pengawalan kepolisian. Langkah terakhir menuju rumah kini sudah di depan mata, sembari menanti kedatangan empat bus susulan dari Pemprov DKI Jakarta yang akan segera menyusul membawa kebahagiaan serupa.