Yogyakarta, satumenitnews.com – Aroma gurih santan berpadu dengan kluwak yang khas langsung menyergap hidung begitu melintas di selatan Alun-Alun Kidul (Alkid) Yogyakarta. Di sudut Jalan Gading No. 2, sebuah warung sederhana tak pernah sepi dari antrean:
Warung Brongkos Handayani.
Sejak berdiri tahun 1975, kuliner legendaris ini menjadi “jujugan” wajib bagi wisatawan maupun warga lokal. Namun, di balik kelezatan sepiring nasi brongkos koyor yang melegenda, terselip kabar santer mengenai relokasi warung akibat proyek revitalisasi kawasan Benteng Keraton Yogyakarta.
Citarasa yang Bertahan Setengah Abad
Generasi kedua penerus Brongkos Handayani, Tri Suparmi, tampak sibuk melayani pelanggan saat satumenitnews.com berkunjung, Selasa (10/02/2026). Tangannya cekatan meracik nasi, menyiramkan kuah hitam pekat, dan menambahkan potongan koyor (urat sapi) yang terkenal empuk.
“Kuncinya di kluwak, Mas. Kalau kluwaknya bagus, kuahnya jadi sedap dan warnanya cantik. Resep ini dari Bapak (Adiyo Oetomo) dulu, tidak ada yang diubah,” ujar Tri sambil tersenyum ramah.
Brongkos di sini memang istimewa. Berbeda dengan brongkos pada umumnya yang cenderung manis, Handayani menawarkan profil rasa gurih pedas yang nendang. Koyornya dimasak berjam-jam hingga lumer di mulut tanpa perlu tenaga ekstra untuk mengunyah.
Bocoran Lokasi Baru: Jalan Menukan
Di tengah obrolan hangat, Tri Suparmi memberikan bocoran eksklusif mengenai nasib lokasi warung yang menempel pada area cagar budaya tersebut. Meski saat ini masih beroperasi normal di Gading, rencana kepindahan sudah disiapkan matang-matang.
Berbeda dengan rumor yang beredar sebelumnya, lokasi baru yang dibidik ternyata sangat strategis.
“Rencananya memang ada pandangan pindah ke daerah Jalan Menukan. Ancer-ancernya itu dari Superindo Menukan ke timur,” ungkap Tri Suparmi memberikan konfirmasi.
Pemilihan lokasi di Jalan Menukan dinilai tepat karena masih berada di lingkar dalam kota dan dekat dengan kawasan wisata Prawirotaman, sehingga pelanggan setia tidak akan kesulitan mencari.
Waktu Relokasi Masih Tanda Tanya
Meski lokasi bayangan sudah ada, Tri menegaskan bahwa waktu eksekusi kepindahan belum diputuskan. Pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut terkait jadwal revitalisasi benteng.
“Kalau soal kapannya, itu yang belum jelas, Mas. Belum tahu pastinya kapan harus pindah. Jadi sekarang ya jualan dulu di sini (Alkid) seperti biasa,” tambahnya.
Ketidakpastian ini justru menjadi magnet tersendiri.
Banyak pelanggan yang menyempatkan diri datang, ingin menikmati sensasi menyantap brongkos dengan pemandangan tembok benteng lawas yang ikonik, sebelum atmosfer itu hilang berganti lokasi baru.
Bagi Anda pemburu kuliner, momen ini adalah saat yang tepat. Nikmati sepiring sejarah di selatan Alkid, sebelum legenda ini boyongan ke rumah barunya di timur Menukan.