Wonosobo, satumenitnews.com – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo terus mengebut penyelesaian program bedah Rumah Tidak Layak Huni pada bulan suci Ramadan. Program ini merupakan bagian dari peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang pelaksanaannya terus berlanjut.
Pemerintah mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp 75 juta untuk menyasar tiga unit rumah warga. Ketiga lokasi sasaran pembangunan tersebut berada di Kelurahan Mlipak, Dusun Penawangan (Kelurahan Tawangsari), dan Dusun Singkir (Kelurahan Jaraksari).
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wonosobo Dr H Panut SPd MM memastikan progres pembangunan di lapangan berjalan lancar dan tepat sasaran. Peninjauan lapangan terus dilakukan secara berkala bersama jajaran Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf serta tim Hubungan Masyarakat.
“Iya betul, total ada tiga di Mlipak, Penawangan, dan Singkir. Sejauh ini dua sudah selesai, yang sudah selesai Penawangan dan Mlipak. Yang Singkir masih proses pembangunan,” kata Panut saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/3/2026) lalu.
Sinergi Lintas Sektor Percepat Pembangunan
Pengerjaan program ini melibatkan sinergi dari berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah daerah. Panut memberikan apresiasi khusus kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Wonosobo yang turut bersinergi membantu proses pembongkaran rumah warga di tahap awal.
Selain BPBD, elemen masyarakat seperti anggota Barisan Ansor Serbaguna bersama warga setempat juga bahu-membahu dalam proses pengerjaan fisik. Pantauan di lapangan menunjukkan kerja bakti menaikkan material kayu dan genteng untuk memperbaiki atap rumah yang sedang dibangun di wilayah Singkir.
Panut menegaskan program bedah rumah ini menjadi ikhtiar bersama dalam mengurangi angka kemiskinan di wilayah Wonosobo. Bantuan ini dirancang untuk menghadirkan hunian yang lebih aman, manusiawi, dan bermartabat bagi penerima manfaat.
“Pembangunan RTLH ini diharapkan dapat menjadi langkah kecil namun bermakna dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menekan angka kemiskinan,” ujar Panut.
Kemenag Wonosobo memastikan institusinya tidak hanya hadir sebagai pelayan urusan keagamaan, tetapi juga sebagai mitra sosial. Harapannya, program ini benar-benar bermanfaat dan kesejahteraan masyarakat Wonosobo semakin meningkat.