Wonosobo, satumenitnews.com – Anggota Satbinmas Polres Wonosobo menggelar program Polisi Sahabat Anak (PSA) bersama 25 anak KB Mutiara Ibu, Kecamatan Kejajar, sebagai upaya menanamkan disiplin, keberanian, serta kesadaran menjaga keselamatan diri sejak usia dini. Kegiatan edukatif ini juga menjadi sarana Polri mendekatkan diri dengan generasi muda agar mereka melihat polisi sebagai sahabat dan pelindung, bukan sosok yang menakutkan.
Satbinmas Polres Wonosobo hadir di KB Mutiara Ibu, Kecamatan Kejajar, untuk melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak yang diikuti 25 putra-putri dan dua orang pendidik. Sejak pagi, anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian permainan edukatif yang dirancang untuk memperkenalkan dunia kepolisian dengan cara yang ramah dan menyenangkan.
Dalam sesi pengenalan profesi, petugas menjelaskan siapa itu polisi, apa saja tugasnya, serta peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat Wonosobo. Anak-anak diajak berdialog ringan, menyebutkan pengalaman mereka melihat polisi di jalan, di sekolah, maupun saat ada kegiatan masyarakat.
Belajar profesi polisi sejak dini
Anggota Satbinmas menampilkan berbagai perlengkapan yang digunakan dalam tugas, mulai dari seragam, pelindung diri, hingga contoh peralatan operasional lain yang aman ditunjukkan kepada anak. Petugas juga memperkenalkan kendaraan dinas, menjelaskan fungsi mobil dan motor patroli dalam menolong warga dan merespons keadaan darurat di wilayah Wonosobo.
Anak-anak diberi kesempatan melihat lebih dekat kendaraan dinas, mendengar sirene, dan memahami bahwa suara keras tersebut digunakan untuk memberi tanda bahaya atau prioritas penanganan. Pendekatan interaktif ini membuat anak bukan hanya melihat polisi dari jauh, tetapi memahami logika di balik tiap perlengkapan dan kendaraan.
Edukasi anti bullying dan cegah pelecehan
Di sela kegiatan, petugas menyisipkan materi tentang antisipasi bullying di lingkungan sekolah dengan bahasa sederhana yang bisa dipahami anak usia dini. [2] Anak-anak diajak membedakan antara bercanda dan perundungan, serta diingatkan agar berani berkata tidak ketika dipaksa, diledek berlebihan, atau disakiti teman.
Satbinmas juga menyampaikan cara menjaga diri dari pelecehan sesama teman sebaya, termasuk pentingnya menjaga bagian tubuh pribadi dan segera bercerita kepada guru atau orang tua jika merasa tidak nyaman. Materi kemudian diperluas pada pengenalan bahaya penculikan anak, seperti tidak mudah percaya pada ajakan orang asing dan tidak menerima hadiah sembarangan.
Satwa kepolisian jadi media belajar
Untuk membuat suasana lebih cair, anak-anak diperkenalkan dengan satwa kepolisian sebagai bagian dari sarana edukasi. Kehadiran anjing K9, misalnya, dijelaskan bukan sebagai hewan yang menakutkan, tetapi mitra polisi yang membantu mencari barang bukti, menelusuri jejak, dan mendukung tugas penyelamatan.
Petugas mengarahkan anak untuk menyentuh dan berinteraksi dengan satwa secara tertib, sehingga muncul rasa empati sekaligus keberanian. Dalam momen itu, anak belajar bahwa penegakan hukum di Wonosobo tidak hanya mengandalkan manusia, tetapi juga teknologi dan satwa terlatih yang dijaga kesejahteraannya.
Pesan Aipda Hanna tentang keberanian
PS. Kanit Bintibsos Satbinmas Polres Wonosobo, Aipda Hanna, menjelaskan bahwa program PSA menjadi salah satu strategi Polri untuk mendekatkan diri dengan generasi usia dini melalui pendekatan edukatif. Menurutnya, nilai disiplin, keberanian, dan kesadaran menjaga keselamatan diri perlu ditanam sejak anak duduk di bangku PAUD atau kelompok bermain.
Aipda Hanna menekankan harapan agar anak-anak tumbuh tanpa rasa takut berlebihan kepada polisi dan justru menjadikan Polri sebagai tempat meminta pertolongan ketika menghadapi masalah. [2][4] Dengan begitu, kehadiran polisi di Wonosobo tidak hanya identik dengan penindakan, tetapi juga pendampingan dan perlindungan warga sejak lapisan paling muda.
Tertib lalu lintas dan cinta tanah air
Dalam sesi lain, Satbinmas menyisipkan materi dasar tertib berlalu lintas, seperti pentingnya menggunakan helm bagi pengendara motor dewasa yang mengantar anak ke sekolah dan larangan bermain di jalan raya. Anak-anak dikenalkan rambu-rambu sederhana, warna lampu lalu lintas, dan diajak menyebutkan contoh perilaku berbahaya di jalan yang perlu dihindari.
Kegiatan juga diarahkan untuk membentuk karakter anak agar beretika, memiliki sopan santun, serta menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air lewat cerita-cerita pendek tentang kebersamaan dan gotong royong di lingkungan sekitar. Dengan pendekatan tersebut, program Polisi Sahabat Anak di Wonosobo tidak berhenti pada hiburan, melainkan menjadi investasi karakter untuk generasi yang lebih berani, sopan, dan peduli keselamatan.