Wonosobo, satumenitnews.com – Tingginya intensitas penggunaan gawai di luar jam sekolah kini memicu efek domino bagi kesehatan pelajar usia dasar di Kabupaten Wonosobo. Paparan layar sentuh yang berlebihan mulai memunculkan ancaman serius berupa peningkatan risiko rabun jauh atau miopia.
Gangguan penglihatan ini secara langsung menghantam kualitas belajar mengajar di dalam ruang kelas. Anak yang mengalami penurunan ketajaman mata cenderung lebih cepat lelah saat harus menyalin catatan atau memperhatikan penjelasan materi.
Kondisi fisik yang tidak prima ini berujung pada hilangnya konsentrasi belajar siswa. Penurunan fokus yang terjadi secara terus-menerus akhirnya berdampak pada merosotnya nilai dan capaian akademik mereka secara keseluruhan.
Fenomena penurunan daya penglihatan ini kerap kali luput dari pantauan awal orang tua di rumah. Banyak kasus justru baru terdeteksi ketika wali kelas melaporkan perubahan perilaku siswa saat jam pelajaran berlangsung.
Gejala paling umum yang sering diabaikan adalah kebiasaan anak menyipitkan mata saat melihat objek jauh. Beberapa siswa bahkan harus meminta pindah ke bangku deretan terdepan karena tulisan di papan tulis terlihat membaur dan kabur dari posisi duduk normal mereka.
Pergeseran gaya hidup anak yang lebih banyak menghabiskan waktu menatap layar di dalam ruangan turut memperparah keadaan. Kurangnya aktivitas di luar ruangan membuat otot mata anak jarang dilatih untuk memfokuskan pandangan pada objek jarak jauh secara alami.
Masalah ini semakin pelik ketika faktor keterbatasan ekonomi keluarga ikut menjadi kendala. Gejala awal gangguan penglihatan sering kali terpaksa dibiarkan tanpa adanya tindakan pemeriksaan medis yang memadai hingga kondisi rabun pada mata anak semakin parah.