Wonosobo, satumenitnews.com – Memasuki bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus mengawal komitmen ketertiban umum dan keamanan masyarakat. Komitmen ini merupakan tindak lanjut langsung dari rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, di Kantor Setda Wonosobo pada Kamis (12/2/2026) lalu.
Andang menyampaikan bahwa menjaga suasana tenteram selama ibadah puasa adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat pemerintah daerah.
“Menyambut Ramadan dengan bahagia dan suka cita itu butuh situasi yang kondusif. Ini bukan hanya Pemda yang menyiapkan, tapi semua stakeholder ada Polres, Kodim, Pengadilan, serta tokoh agama dan masyarakat,” kata Andang saat membeberkan hasil rakor tersebut.
Salah satu kebijakan operasional yang kini dikawal ketat di lapangan adalah aktivitas usaha kuliner. Pemkab Wonosobo menegaskan tidak melarang atau menutup paksa warung makan yang tetap beroperasi pada siang hari.
“Himbauan warung tidak ditutup, tapi dibuka dengan menjaga kaidah-kaidah menghormati bulan Ramadan. Misalnya kalau rumah makan dipasang tirai, kemudian menghimbau tidak makan di tempat umum atau merokok,” tegas Andang.
Selain penataan warung makan, potensi gangguan keamanan seperti peredaran minuman keras, penggunaan petasan, hingga ancaman pencurian turut menjadi sorotan utama. Terkait peredaran minuman keras, regulasinya saat ini tengah dikebut oleh legislatif.
“Perda miras sudah dibahas di tingkat Pansus. Ada masukan agar perdanya lebih bisa mengantisipasi perkembangan ke depan, pengendaliannya lebih baik. Memang tidak dilarang, tapi kita harus mengendalikan agar penggunaannya untuk kebutuhan kesehatan, jangan sampai ke anak-anak,” jelas Sekda.
Aspek mitigasi bencana alam juga tak luput dari perhatian, mengingat intensitas curah hujan di wilayah Wonosobo masih cukup tinggi pada fase awal puasa ini.
“Musimnya masih hujan tinggi intensitasnya, sehingga Pak Kapolres mengimbau agar pas bulan puasa jangan sampai ada bencana. Alhamdulillah Wonosobo masih dilindungi Allah sehingga terhindar dari bencana,” terangnya.
Persoalan ketertiban umum yang kerap memicu gesekan sosial seperti parkir liar dan aktivitas galian yang merusak lingkungan juga mulai ditertibkan. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan telah diinstruksikan menata tata ruang kota, termasuk memastikan hak aksesibilitas bagi penyandang disabilitas tetap aman.
Sementara itu di sektor infrastruktur, pembangunan fisik daerah dipastikan tetap berjalan. Lahan proyek SR telah dipagar dan siap dibangun, menanti jadwal peletakan batu pertama bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi tahap dua di kawasan Sikunang oleh Geo Dipa juga terus berlanjut. Seluruh kelengkapan perizinan mulai dari Amdal, Andalalin, Persetujuan Bangunan Gedung, hingga Sertifikat Laik Fungsi dipastikan beres demi mendukung perputaran ekonomi dan bagi hasil untuk Wonosobo.
Terkait program nasional Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat Wonosobo, pemerintah memproyeksikan operasionalnya tetap berjalan selama puasa dengan sejumlah penyesuaian pada variasi menu yang disajikan.
Menutup penjelasannya soal dinamika penetapan awal Ramadan antara pemerintah pusat, UIN, dan Muhammadiyah, Andang berpesan agar warga Wonosobo terus menjaga kerukunan dan saling menghormati perbedaan yang ada.

